Aktivitas

Ternyata Pendengaran adalah Awal Kercedasan Seseorang 26 Feb

Ternyata Pendengaran adalah Awal Kercedasan Seseorang

Tahukah sahabat, bahwa pendengaran adalah awal dari kecerdasan? Seseorang pertama kali belajar dan mendapatkan informasi juga melalui pendengaran?

Dalam Alquran, tercatat ada 16 ayat berisi kata “pendengaran” dan “penglihatan” yang disebutkan secara berdampingan. Yang menarik adalah kata pendengaran selalu disebutkan terlebih dahulu dibandingkan penglihatan. Salah satunya seperti pada surat As Sajadah ayat 9 yang artinya :

“Kemudian Dia sempurnakan kejadian (fisiknya) dan Dia tiupkan ruh-Nya, dan Dia jadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, namun sedikit sekali kamu yang bersyukur” (QS As Sajadah 9).

Bisa dilihat pada ayat di atas bahwa Allah menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani. Setelah diteliti, ternyata betul bahwa indera yang pertama kali menjalankan fungsinya adalah pendengaran. Telinga sudah berfungsi sejak manusia dalam kandungan usia 5 bulan. Sedangkan penglihatan baru bisa berfungsi beberapa waktu setelah manusia terlahir. Itulah kenapa orang barat menganjurkan ibu hamil untuk memperdengarkan musik-musik klasik kepada janinnya. Padahal, islam sudah sejak dulu menganjurkan untuk memperdengarkan janin dengan lantunan ayat-ayat Alquran.

Ilmu pengetahuan modern mengungkap fakta bahwa telinga mempunyai fungsi yang lebih dominan dibandingkan mata. Informasi yang pertama kali didapatkan manusia adalah melalui pendengaran. Telinga sudah berfungsi optimal dalam hitungan hari sejak manusia dilahirkan. Sedangkan mata baru berfungsi optimal saat bayi usia 5 bulan, lalu pada umur 6 bulan mata baru bisa mengenal dan membedakan wajah.

Manusia dapat mengenal dan beradaptasi pertama kali dari pendengaran. Manusia juga belajar untuk pertama kalinya melalui pendengaran, baru penglihatan. Kecerdasan manusia berawal dari pendengaran. Oleh karenanya, seorang yang dilahirkan tuli, maka dia juga akan bisu dikarenakan tidak ada informasi suara yang masuk melalui pendengarannya. Selain itu, seorang yang tuli juga akan kesulitan dalam belajar sehingga tingkat kecerdasannya cenderung lebih rendah. Berbeda dengan seorang yang buta, maka dia akan tetap bisa belajar dari informasi yang dia dengar.

Pendengaran juga merupakan indera yang tidak pernah libur, baik dalam kondisi terang maupun gelap, bahkan saat tidur pun telinga masih bisa mendengar. Makanya orang akan terbangun bila mendengar suara yang mengagetkan, ataupun tak jarang suara-suara yang didengar pada saat tidur bisa terbawa ke dalam mimpi. Sedangkan mata lebih terbatas, karena mata hanya bisa berfungsi ketika ada cahaya.

Selain sebagai indera yang kali pertama berfungsi, pendengaran juga ternyata indera paling akhir yang akan berfungsi. Oleh karenanya, ketika seorang sedang sakaratul maut, maka orang di sekelilingnya dianjurkan untuk menuntun mengucapkan kalimat Allah.

Rasulullah bersabda, “Tuntunlah oleh kamu orang yang hampir mati itu dengan bacaan Laa Ilaaha Illallah (tiada Tuhan selain Allah)”

Namun demikian, semua indera yang Allah berikan adalah penting. Masing-masing memiliki fungsi dan peranan yang berbeda, kesemuanya saling mendukung satu sama lain dalam tubuh. Ulasan ini adalah untuk menunjukkan hikmah dibalik kebenaran ayat-ayat Allah yang begitu indah.

DD Jateng menggagas program Peduli Tunarungu Indonesia untuk membantu anak-anak tunarungu dalam memperoleh pendengarannya. Selain diberikan alat bantu dengar, mereka juga diberikan pendampingan pembelajaran informal oleh relawan DD Jateng untuk menyalurkan minat dan bakatnya.