Aktivitas

Dompet Dhuafa Jalin Kerjasama Pelatihan Bagi Anak Tunarungu dengan ITT Telkom Purwokerto 15 Okt

Dompet Dhuafa Jalin Kerjasama Pelatihan Bagi Anak Tunarungu dengan ITT Telkom Purwokerto

Rabu (15/10) bertempat di Kantor Dompet Dhuafa Jateng Perwakilan Purwokerto, sekitar 29 anak tunarungu peserta program pelatihan mengikuti pembukaan program yang dibuka dan diresmikan oleh Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa, Parni Hadi. Program peduli tunarungu selain fokus pada pemberdayaan anak tunarungu melalui program pelatihan ini, juga memberikan alat bantu dengar bagi anak tunarungu dan program habilitasi. Parni Hadi berpesan agar program dan kerjasama ini dirawat agar kedepan dapat menghasilkan anak-anak tunarungu yang memiliki kemampuan dan kecakapan untuk bekal hidup. Minimal mereka mengentaskan diri sendiri dan keluarganya, memiliki kemampuan untuk membiayai kehidupannya kelak.

Kerjasama ini dijalin untuk membantu anak-anak tunarungu dalam program Peduli Tunarungu Indonesia agar memiliki life skill dibidang design dan digital marketing. Penandatanganan MoU langsung ditandatangani oleh Rektor ITT Telkom Purwokerto, Dr. Ali Rokhman, MA dan Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jateng, Imam Baihaqi pada Selasa (14/10) di kampus ITT Telkom Purwokerto.

Rektor ITT Telkom melalui Wakil Rektor III Bidang Pemasaran dan penelitian, Tata Sembada, ST berharap, kerjasama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat untuk anak tunarungu peserta program. ITT Telkom juga merasa bersyukur dapat terlibat dalam program sebagai wujud pengabdian institusi pendidikan untuk masyarakat.

Esti Prihatin (37) salah satu orangtua yang memiliki dua anak kembar tunarungu bersyukur menjadi bagian dari program Peduli Tunarungu Indonesia ini. Dirinya sempat kehilangan harapan terhadap kedua anak lelaki kembarnya Bagus dan Bagas yang kini menginjak sekolah SMP di Purbalingga. Betapa tidak, dianugrahi anak kembar dengan keadaan sangat terbatas dalam mendengar, bayangan masa depan suram, hidup yang tidak mudah akan dijalani oleh putranya kelak selalu menghantui wanita yang berprofesi sebagai buruh cuci ini.